Menurut sejarahnya berdasarkan Wikipedia Valentine itu berasal atau bermula dari Roma dan diperingati pada tanggal 15 Februari. Tentu saja nama awalnya bukanlah hari Valentine sebagaimana kita kenal sekarang. Untuk lebih jelas baca sendiri di Wikipedia.
Membahas tentang Valentine kita tidak bisa melepaskan diri dari Coklat, Merah Muda, Bunga dan tentunya Kristen, karena memang budaya tersebut itu bermuara di Gereja. Sang juru kunci dari perayaan Valentine itu sendiri adalah Pendeta/Santo yang bernama Valentine dan perayaan ini dimaksudkan untuk mengenang dan menghormati sang Pendeta.
Namun tak jarang Umat Islam pun ikut campur dan justru antusias terhadap perayaan ini. Ini semua tak lepas dari casing perayaan tersebut yang dianggap sebagai hari kasih sayang. Padahal jika kita mau berfikir dengan sedikit logika saja perayaan seperti itu sangatlah tidak penting, dan tidak ada gunanya karena tiap hari adalah hari kasih sayang. Tiada hari tanpa kenikmatan, dan kasih sayang dari Allah Azza Wa Jalla.
Terlepas dari keikutsertaan Umat Islam itu sendiri, ada yang lebih mengkhawatirkan dari sekedar memberi coklat atau bunga yaitu memberi kehormatan dan bergumal bersama. Peristiwa Sex bebas ini tidak bisa terlepas dari casing Valentine itu sendiri yang memang bertajuk Hari Kasih Sayang namun juga ditambah bobroknya nilai moral bangsa yang semakin mengadopsi nilai2 sekuleris barat.
Perlahan tapi pasti, Indonesia akan menghilangkan adat ketimurannya. Umat Islam sendiri akan semakin bodoh, tertipu dan semakin tenggelam dalam budaya Agama lain. Padahal dalam perkembangannya sendiri, Umat islam Indonesia memiliki banyak sekali Ceremoni yang lebih bisa dikembangkan untuk memupuk Iman Umat terutama Pemuda.
Namun justru anehnya terjadi pertentangan sendiri dalam tubuh Islam tentang berbagai Ceremoni tersebut. Mulai dari mengatakan Tidak berguna, Tidak memiliki nilai ibadah hingga mengatakan Bid’ah yang tentu saja imbasnya kepada mereka yang masih lugu terhadap agamanya.
Mereka yang masih awam akan sangat takut dalam menyiarkan Islam dikarenakan label Bid’ah dll yang menyemat pada Ceremoni tersebut yang akibatnya mereka tidak mau dan tidak ingin menghadiri apalagi melaksanakan. Lalu kemudian siapakah yang akan bertanggung jawab atas moral Pemuda ini?
Kembali pada hari Valentine dan Sex Bebas, sebenarnya keduanya sudah lama tercium oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Setiap selesai hari itu akan bermunculan Video-Video Porno tentang Kasih Sayang diatas ranjang yang pemerannya kebanyakan berlabel Islam. Tak bisa dipungkiri memang fenomena ini begitu mendunia dan lebih sohor bila dibandingkan budaya Islam itu sendiri.
Mungkin sudah saatnya Pemuda kita lebih mengerti lagi akidah mereka agar kejadian seperti bisa diminimalisir dikemudian hari.
DIarsipkan di bawah: Islamika | Ditandai: agama, Bid'ah, Dholalah, haram, Islamika, kasih sayang, Khasanah, Makna, mental, moral, Perang, sex, valentine, video porno


Ass.Wr.Wb
Mas Ikhsan..bagaimana kabarnya??
Maaf mas..,lama gak mampir kesini juga keblog sahabat yang lain karena pulsa saya habis.
Salam hangat dan persahabatan selalu
Hmmm,,,,lam kenal yah maz,,,,Vee tew comal kok,,,kan budhe juga ada yang dari sana
Valentine ma kuno
maaf ya…sepertinya anda salah besar ketika mengidentikan valentine dengan kekristenan. valentine SAMA SEKLAI BUKAN BUDAYA GEREJA ATAU KRISTEN. lebih salah lagi kalau anda mengidentikkan valentine (yang katanya bernuansa kristen) dengan seks bebas. jangan mengira hanya islam yang mengharamkan perzinahan…ketika seks bebas di bawa ke gereja dalam konteks dan trang Alkitab, itu juga tetap salah dan haram…maaf, anda yang cerdas itu ternyata salah besar kali ini
Kalian Semua memang salah kaprah, tidak universal
@ Timothy : Saya minta tolong pada Anda beritahu saya apa tujuan dari perayaan tersebut selain untuk memuliakan St. Valentine yang katanya telah berkorban.
@ Agus Valentin : Jangan salah artikan kata Universal, Universal itu berarti dapat menyaring budaya yang baik dan tidak, sesuai atau tidak dan dampaknya bagi kita. Bukan menerima begitu saya apa yang dikasih untuk kita.